Tips Mencari Data di Mesin Pencarian untuk Jurnalis

Ilustrasi kaca pembesar | Foto oleh Agence Olloweb/Unsplash

Kemampuan mencari data menjadi proses penting awal bagi jurnalis data. Namun, proses pencarian data itu sendiri kerap membuat jurnalis tertekan dan sering kali putus asa. Bagi beberapa jurnalis, momen ketika menemukan data yang sudah dicari-cari selama berhari-hari bisa jadi sangat membahagiakan. 

Era digitalisasi dan keterbukaan data secara daring memang memudahkan kerja jurnalis data. Mesin pencarian akan menampilkan data yang dicari hanya dengan memasukkan beberapa kata kunci. Ribuan hasil pencarian ditampilkan hanya dalam waktu singkat. Dalam kasus pencarian data, data dari berbagai sumber dan berbagai bentuk akan muncul. Baik dari data primer maupun data sekunder. Mulai dari data yang berbentuk paragraf, set data, hingga yang sudah diolah dalam bentuk grafis. 

Jika beruntung, jurnalis akan menemukan data yang diinginkan dalam hitungan detik atau menit. Namun, tidak jarang data yang dicari menjadi sulit ditemukan karena tertimbun ribuan hasil pencarian lainnya, atau bahkan sama sekali tidak ada.

Berikut adalah beberapa tips untuk Anda para jurnalis dalam memulai proses pencarian data lewat mesin pencarian:

  1. Gunakan kata kunci yang bermakna sama, tetapi dengan penulisan berbeda ke dalam mesin pencarian.
  1. Gunakan fitur tools di mesin pencarian Google untuk mencari data atau informasi dalam kurun waktu tertentu.
  1. Merampingkan atau menyaring pencarian di mesin pencarian penting untuk menghindari algoritma mesin pencarian. Masukkan kata kunci yang akan dicari bersamaan dengan format data atau sumber data yang Anda ekspektasikan ada di mesin pencarian. Beberapa penerapannya di mesin pencarian Google sebagai berikut:
    • Ketika akan mencari data dengan format file tertentu, misalnya PDF, ketikkan ‘filetype:PDF’ setelah memasukkan kata kunci di mesin pencarian. ‘Filetype:’ juga bisa bekerja untuk jenis-jenis file lainnya, seperti XLS, CSV, SHP, MDB, SQL, dan lain-lain.
    • Ketika akan mencari data yang ingin bisa diunggah, Anda bisa memasukkan ‘inurl:download’ dalam mesin pencarian, yang bermakna Anda mencari sebuah data dengan download di tautan URL-nya. 
    • Jika ingin mencari data yang berasal dari satu situs spesifik, Anda dapat memasukkan ‘site:’, misalnya ‘site:bps.go.id’.
  1. Jika spesifik mencari set data lewat mesin pencarian, Google menyediakan layanan Dataset Search.
  1. Mencari di portal open datadata hub, dan situs-situs penyedia data lainnya. Beberapa portal yang bisa dikunjungi:
    • Portal milik pemerintahan negara. Di Indonesia sendiri, data pemerintahan dikumpulkan dalam portal resmi Satu Data. Data dari laporan dan portal Badan Pusat Statistik (BPS) juga banyak digunakan jurnalis. 
    • Community-driven data resources, seperti Kaggle dan The Data Hub.
    • Portal data yang mencangkup data tentang seluruh negara, yaitu The World Bank dan situs United Nations.
    • Start-up atau perusahaan penyedia data, baik gratis maupun berbayar, seperti StatistaDataboksOECDDataMaketOur World in Data, dan lain-lain.
  1. Mempelajari bagaimana layanan informasi data pemerintahan negara bekerja. Kebanyakan instansi pemerintahan di Indonesia menyediakan layanan pusat datanya sendiri, seringkali disebut dengan Pusdatin atau biasa dipublikasikan pada situs PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) instansi. Beberapa instansi bahkan menampilkan data dalam bentuk dashboard di situs mereka. Kebanyakan data dari dashboard ini kemudian dapat diunggah dalam bentuk set data.

Selamat mencoba!

Sumber: The Data Journalism Handbook

Bagikan Artikel Ini :

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn

Instagram